5-Ft-Universitas-Indonesia-2060572686

UI–PT Cyber Edu Inkor Sepakati Kerja Sama Pengembangan Startup dan Inovasi

Depok, 1 September 2023. Universitas Indonesia (UI) memperluas kerja sama dengan PT Cyber Edu Inkor yang telah terjalin sejak 2021. Kerja sama yang sebelumnya terfokus pada bidang pendidikan, kini diperluas hingga ke bidang riset dan inovasi. Perluasan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat antara Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K), dan President Director of PT Cyber Edu Inkor, Prof. Jang Youn Cho, B.A., M.P.A., Ph.D., CPA.

Sebelumnya, UI bekerja sama dengan PT Cyber Edu Inkor dalam pembuatan, pengembangan, dan pemasaran Program Eksekutif Global. Kerja sama tersebut merupakan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memperluas pendidikan serta mendorong para pengajar UI mendapatkan pengalaman di bidang industri. Kerja sama ini rencananya akan diperluas dalam lingkup penciptaan inovasi dan pengembangan startup.

drg. Nurtami menilai perluasan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mempererat kerja sama antara UI dan PT Cyber Edu Inkor. Ia berharap komitmen kedua institusi dalam menggarap inovasi dan pengembangan startup dapat terwujud. “Ini akan menjadi peluang besar untuk membentuk pemimpin, manajer, eksekutif, dan penemu yang baik dalam rangka menciptakan serta memanfaatkan teknologi inovasi tingkat tinggi di masa depan,” ujarnya.

UI percaya inovasi berperan penting dalam memperkenalkan hal-hal baru pada lini produk sehingga pendapatan pasar dan kepuasan pelanggan dapat meningkat. Oleh karena itu, perluasan kerja sama antara UI dan PT Cyber Edu Inkor diharapkan dapat mengembangkan startup dan inkubator bisnis, serta menumbuhkan ekosistem kolaborasi yang lebih cepat antara Indonesia dan Korea Selatan. “Dengan adanya perluasan ini, kami berharap dapat membantu perjalanan awal dan menavigasi startup pada beberapa aspek paling menantang dalam menjalankan bisnis. Kami akan menyediakan spesialisasi yang dibutuhkan startup untuk tumbuh dan berinovasi,” kata drg. Nurtami.

Sementara itu, Prof. Jang Youn Chon yang juga menjabat sebagai Rector of Universitas Siber Asia menyebut perlunya memperluas kerja sama antara PT Cyber Edu Inkor dan UI. Sebelumnya, kedua institusi ini telah bekerja sama dengan para ahli/praktisi di bidang bisnis serta untuk turut serta pada Program Eksekutif Global. Kali ini, kerja sama ini akan diperluas pada pengembangan gagasan atau ide, seperti biotech, sumber energi, dan teknologi informasi.

“Lebih dari 50 tahun Korea dapat mandiri secara ekonomi dan teknologi dari Jepang dan Amerika. Sekarang, Korea Selatan unggul di bidang IT, biotech, pembangunan kapal, dan lainnya. Namun, meski sudah memiliki kemandirian industri dalam bidang otomotif dan teknologi, Korea Selatan sedang mengalami krisis pertumbuhan penduduk, di mana hanya ada 200 ribu kelahiran per tahun saat ini. Di sisi lain, Indonesia mencapai 6 juta kelahiran per tahunnya. Oleh karena itu, Dengan banyaknya gagasan untuk mandiri, kami berharap Indonesia dapat bekerja sama untuk menumbuhkan bisnis yang benar-benar mandiri,” ujar Prof. Jang Youn Chon.

Pameran-Inovasi-UI

FTUI Pamerkan Inovasi Kendaraan Listrik di LPDP Fesrtival

Inovasi sistem propulsi bus listrik besutan Research Center for Advanced Vehicles (RCAVe) Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) kembali dipamerkan dalam LPDP Festival 2023 berlokasi di Aula The Kasablanka Hall, Tebet, Jakarta Selatan pada 1-3 Agustus 2023. Festival yang bertema “Enlivening Indonesia, Advancing The Nation” ini menjadi wadah diseminasi pemerintah melalui LPDP dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta menjadi wajah perjalanan LPDP selama 11 tahun berkarya.

Pada puncak acara yang diadakan khusus untuk Awardee dan Alumni LPDP pada tanggal 3 Agustus 2023, Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengunjungi booth UI. Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo berbincang dengan Dr. Ir. Feri Yusivar M.Eng., Direktur RCAVe FTUI yang juga penerima pendanaan RISPRO LPDP, mengenai pengembangan bis listrik hasil karya para dosen dan peneliti Universitas Indonesia.

“Presiden Joko Widodo terkesan dengan semangat inovasi dan dedikasi yang tinggi dari para peneliti yang tergabung dalam RCAVe. Kami di UI juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan dan berkelanjutan di industri otomotif nasional, serta mendukung transformasi menuju mobilitas masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” jelas Dr. Feri Yusivar yang merupakan dosen Departemen Teknik Elektro FTUI.

Pada pameran LPDP 2023, tim RCAVe menampilkan komponen-komponen inovatif dari sistem propulsi bus listrik UI, antara lain Inverter Motor Control, Vehicle Control Unit (VCU), Power Distributed Unit (PDU), Dashboard, dan Hybrid Control Unit (HCU). Bus Listrik UI terwujud berkat dukungan Pemerintah melalui LPDP yang menginvestasikan dana sebesar Rp12,65 miliar untuk pengembangan platform bus listrik dan Rp5 miliar untuk pengembangan sistem penggerak (motor listrik) oleh UI.

Dr. Feri Yusivar merupakan penerima pendanaan RISPRO LPDP untuk riset “Pengembangan Produk Sistem Penggerak Motor (Propulsi) untuk Bus Listrik Berukuran Besar”. Ia menyampaikan bahwa komponen-komponen yang dikembangkan oleh RCAVe FTUI memiliki peran penting dalam mendukung konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik (EV Bus). Salah satunya adalah bus PT Petrosea yang saat ini sedang dalam tahap uji coba di jalan raya.

“Sebagai langkah awal, RCAVe telah berhasil mengganti komponen-komponen yang sebelumnya diimpor dengan komponen dalam negeri. Melalui komitmen untuk terus berinovasi pada komponen-komponen baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan, kami harap nantinya RCAVe dapat menghasilkan seluruh komponen bus listrik secara mandiri,” ungkap Dr. Feri.

“Keberhasilan Dr. Ir. Feri Yusivar dan tim RCAVe dalam memproduksi komponen-komponen bus listrik secara mandiri merupakan langkah maju bagi industri kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen FTUI untuk memberikan kontribusi sebagai kampus teknik terbaik di Indonesia dalam menghadirkan teknologi yang berdampak positif, yang diantaranya bagi kemajuan sektor transportasi berkelanjutan,” Ujar Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU.

Pengunjung pameran LPDP Festival 2023 terlihat antusias dengan sistem propulsi bus listrik dan mencoba simulasi pedal throttle yang sudah terintegrasi dengan sistem komunikasi kendaraan buatan RCAVe. Pedal throttle kemudian akan menggerakkan motor induksi yang ada. Dengan terintegrasinya sistem dashboard dengan sistem penggerak, maka RPM motor dan kecepatan laju kendaraan dapat ditampilkan pada dashboard. Dengan interaksi langsung seperti ini, para pengunjung dapat merasakan sebagian dari inovasi yang sedang diusung oleh RCAVe.

Tahun ini, Festival LPDP dilaksanakan secara offline. Adapun rangkaian kegiatan antara lain sosialisasi pembukaan beasiswa LPDP, webinar peran dan layanan LPDP, edu fair, job fair, seminar dan pameran riset, pagelaran budaya, bioskop mini, tes TOEFL/IELTS, serta Homecoming Alumni 2023. Festival ini diikuti oleh 57+ Instansi pendidikan terkemuka dari berbagai negara serta melibatkan para penerima pendanaan RISPRO LPDP dalam pameran hasil riset.

pentingnya-inovasi-33-produk-ui-dilisensikan-rdz

Pentingnya Inovasi, 33 Produk Universitas Indonesia Dilisensikan

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) berkomitmen terus melakukan inovasi dalam mengembangkan pendidikan di Tanah Air. Inovasi yang dilakukan UI juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu terlihat ketika UI ikut berkontribusi mengatasi pandemi agar bisa cepat bangkit dan beradaptasi ke kehidupan baru. “Pentingnya dilakukan inovasi adalah agar bisa lebih cepat bangkit dan mengejar ketertinggalan akibat pandemi. Kita harus melakukan inovasi agar tetap maju,” kata Sekretaris Universitas, dr. Agustin Kusumayati, Rabu (15/2/2023).

Dalam kehidupan yang berubah sangat cepat ini, UI menjadikan inovasi sebagai hal yang diperhatikan. Dalam hal perubahan iklim, UI sudah melakukan kontribusi nyata yaitu membuat mobil listrik dengan menggunakan energi terbarukan. Bahkan nantinya UI akan membuat kereta listrik.

Di bidang, ekonomi digital sambung Agustin juga perlu dilakukan inovasi sehingga seluruh masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi. Tak kalah penting adalah inovasi di bidang pendidikan yang dilakukan UI yaitu membuat terobosan sistem pembelajaran menggunakan virtual realty (VR).

“Kemajuan teknologi saat ini sangat maju sehingga banyak memberikan dukungan untuk proses belajar. Dan ini sangat membantu dalam proses pembelajaran tentunya,” ujarnya. Direktur Inovasi dan Science Techno Park UI, Ahmad Gamal menambahkan, UI terus mengembangkan riset dan inovasi dari sejumlah fakultas yang ada. Hingga kini,UI terus berupaya menghasilkan produk inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri. Produk inovasi yang dihasilkan sangat bervariasi mulai produk alat kesehatan, makanan sehat, produk kecantikan, material maju, aplikasi teknologi informasi, serta produk layanan edukasi.

“Sebagian produk tersebut sudah dimanfaatkan publik melalui beberapa event internasional, seperti Bus Listrik Merah Putih buatan UI dan PT MAB yang digunakan dalam perhelatan G20 di Bali. Bus ini istimewa karena rancang bangun chassis-nya, sistem pendingin (air conditioner) dan sistem penggerak (motor listrik) dirancang dan dikonstruksi di Indonesia,” katanya.

Hingga saat ini ada 33 produk inovasi yang sudah dilisensikan kepada industri untuk diproduksi dan dikomersialkan serta masih beberapa sedang proses penjajakan.

Dari 33 produk tersebut, 20 di antaranya merupakan produk kesehatan, 7 rekayasa keteknikan, 3 inovasi bidang sosial humaniora, 2 dari bidang pangan, dan 1 bidang pertahanan dan keamanan.

Mitra-mitra yang sudah memproduksi produk inovasi UI tersebar di berbagai wilayah, yaitu 13 mitra di Jawa Barat, 6 mitra di DKI Jakarta, 3 mitra di Jawa Timur, 2 mitra di Jawa Tengah, dan 1 mitra di Banten. Beberapa produk yang sudah dilisensikan tersebut sudah menghasilkan royalti ratusan juta rupiah ke UI yang kemudian akan disalurkan kepada peneliti di tahun 2023 ini.

“Sebagai produk inovasi karya anak bangsa, beberapa produk sudah dikomersialkan melalui e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai produk unggulan hasil inovasi Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Beberapa produk yang sudah secara masif diproduksi dan digunakan di masyarakat di antaranya adalah Covent 20 (Ventilator Darurat), Swab Stick (Bahan Habis Pakai untuk tes PCR), Implan Mata, Propolis (suplemen Kesehatan dari bahan dasar madu), DBD Kit (alat deteksi cepat demam berdarah). UI juga melisensikan berbagai produk inovasi dalam bentuk jasa layanan edukasi.

Contohnya adalah UKMIndonesia.id sebagai layanan edukasi bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan dibimbing.id sebagai platform belajar daring. “Produk-produk ini telah dipasarkan secara massal dan rentang pendapatan masing-masing perusahaan sebagai dampak penjualannya berkisar antara Rp3 – 14 milyar untuk masing-masing produk,” pungkasnya.