program-wirausaha

Warek UI: Program Wirausaha Merdeka Diminati Para Mahasiswa

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, drg Nurtami, PhD mengatakan program Wirausaha Merdeka diminati mahasiswa karena menawarkan kesempatan untuk pengembangan wirausaha mahasiswa dengan pendekatan holistik melibatkan akademisi, praktisi, dan para wirausahawan.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh konversi maksimal 20 SKS, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan beragam keahlian baru yang akan memperkuat kewirausahaan sehingga bisa segera merintis beragam lapangan usaha baru,” katanya di Depok, Sabtu.

Ia menjelaskan sejak program Wirausaha Merdeka UI 2023 resmi dilaksanakan pada awal Agustus, program ini telah menyediakan berbagai rangkaian kegiatan pre-immersion dan immersion, seperti Kuliah Narasumber E-Camp Series, sesi Mentoring On Boarding dengan praktisi mentor industri, hingga kunjungan ke perusahaan.

Universitas Indonesia (UI) sebagai salah satu perguruan tinggi pelaksana program Wirausaha Merdeka (WMK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengadakan Demo Day Program Wirausaha Merdeka berjudul Wira-Cipta Universitas Indonesia (Wira-Cipta UI).

Acara tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Kegiatan Demo Day dilaksanakan di Ra Suites Simatupang, Jakarta selama tiga hari hingga 2 Desember 2023.

Wira-Cipta UI 2023 diikuti 231 mahasiswa dari 45 perguruan tinggi Indonesia, yang dibimbing 23 start-up dan 23 Dosen Pendamping Lapangan.

Program WMK merupakan salah satu program implementasi kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kemendikbudristek yang bertujuan agar mahasiswa memperoleh pembelajaran terkait kewirausahaan di luar program studinya.

Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi lulusan yang lebih siap kerja dan mampu bersaing selepas bangku kuliah. Sejak awal diluncurkan di tahun 2022, UI, bersama 17 perguruan tinggi lainnya, secara aktif menyelenggarakan program WMK. Tahun 2023 ini menandai Angkatan Kedua dari Wira-Cipta UI.

Dilansir dari antara, kegiatan Demo Day, sebagai rangkaian terakhir, menjadi ajang bagi para peserta program WMK untuk menerapkan ilmu yang telah didapatkan dalam bentuk presentasi produk atau prototipe bisnis ke investor dan konsumen yang potensial.

Kepala Program Wirausaha Merdeka Kemendikbudristek, Gamaliel Alexander Emil Waney ST MLA, mengatakan expo Demo Day hadir untuk melatih mahasiswa bertemu langsung secara tatap muka dengan marketnya.

Mahasiswa merasakan bagaimana menawarkan produk secara langsung, merasakan senangnya produknya dibeli serta penolakan dari pembeli. Ini semua merupakan hal biasa dalam berbisnis. Mahasiswa harus terus semangat dan konsisten menjalankan usahanya.

Gamaliel juga mengapresiasi UI, yang pada tahun kedua pelaksanaannya konsisten memberikan pembelajaran yang terbaik kepada peserta WMK.

DSC00991

UI Pamerkan Karya Produk Inovasi Melalui Innovation Festival dan Demo Day Incubate

Depok, 10 November 2023. Sebagai upaya memperkenalkan produk inovasi hasil kolaborasi antara inventor sivitas akademika dengan mitra industri, Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) akan menyelenggarakan UI Innovation Festival di FX Sudirman, pada 13-14 November 2023. Serangkaian kegiatan program UI Innovation Festival, meliputi business matching, pameran, acara seremonial pembagian royalti invensi, penandatanganan 9 perjanjian kerja sama (PKS) lisensi dan 2 non disclosure agreement (NDA).

Pada pelaksanaan kegiatan pameran bertujuan memberikan ruang bagi para mitra industri untuk menampilkan produk inovasi hasil kolaborasi dengan inventor UI yang berlangsung selama dua hari. Kemudian, untuk menciptakan kesepakatan bisnis bersama melalui business matching, UI mempertemukan para mitra industri dan inventor sivitas akademika. Sebanyak 14 Kekayaan Intelektual (KI) akan dilisensikan dari penandatanganan PKS Lisensi pada UI Innovation Festival 2023. Rangkaian kegiatan UI Innovation Festival akan diakhiri dengan seremonial pembagian royalti dan penandatanganan PKS sebagai bentuk penghargaan atas kerja sama yang terjalin antara inventor, mitra industri, dan UI.

Sementara itu, bersamaan dengan kegiatan ini akan diselenggarakan juga program Demo Day UI Incubate yang  berlangsung selama dua hari, pada 14-15 November 2023. Acara ini merupakan puncak dari kegiatan inkubasi para peserta yang telah menjalani pelatihan intensif, bimbingan, kemudian mendapatkan peluang jaringan untuk mempresentasikan hasil kerja keras, produk bisnis, atau proyek inovatif yang telah dikembangkan selama periode inkubasi. Demo Day UI Incubate terdiri dari beberapa rangkaian acara, di antaranya Venture Building dan 6 Talkshow, Pitching Day, dan FGD Investment Board.

Pada kegiatan ini, para pengusaha dan 29 pendiri start up memamerkan hasil produk atau layanan mereka kepada calon investor, pelanggan, dan mitra yang potensial untuk mendukung dan berinvestasi pada pengembangan bisnis start up tersebut. Selain itu, melalui program ini para peserta tergabung dalam kelompok bisnis kemudian mempresentasikan produk bisnisnya kepada juri dan melakukan exhibition untuk menampilkan produk mereka. Hal tersebut sebagai penyempurna penawaran produk bisnis agar menarik perhatian investor dan stakeholder lainnya.

Rangkaian kegiatan Demo Day UI Incubate juga turut mengundang para narasumber yang mampu memberikan insight dan motivasi bisnis kepada para peserta start up. Selain itu, para Venture Capital dan Angel Investor juga turut diundang dengan harapan dapat berpotensi untuk melirik produk/prototype bisnis dari peserta Demo Day UI Incubate.

Demoday UI Incubate akan diikuti oleh 21 tenant binaan DISTP UI baik skema Product Solution Fit (PMF) dan Scale Up (SU) pada tahun 2023 ataupun Startup UI Incubate tahun 2022. Diharapkan dengan kegiatan Demo Day UI Incubate ini dapat terjadi kemitraan antara tenant binaan dengan mitra strategis yang dapat membantu dalam pengembangan bisnis.

UI Innovation Festival dan Demoday UI Incubate merupakan puncak acara yang menjadi fokus utama dari Program Bulan Inovasi UI 2023. Program ini diselenggarakan sejak 2 November sampai dengan 8 Desember 2023, yang terdiri dari rangkaian kegiatan Stand Up Innovation, Pelatihan dan Sertifikasi, Coaching Clinic, Pendaftaran Kekayaan Intelektual, Hibah Inovasi, WorkshopRoadshow Mitra Inovasi, Studi banding Internasional, Konsinyering Program Strategis UI, dan Pendaftaran ATTP.

msdh6f0ssajitw2 (1)

FKUI Lounching Neo Microcapiler Digital

 Jakarta : Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) melaksanakan kegiatan Launching Produk Inovasi karya Staf Pengajar Departemen Neurologi FKUI-RSCM Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.S(K), berupa alat pemeriksaan viskositas atau kekentalan darah yang bernama Neo Microcapiler Digital. Jakarta, (10/10/2023) 

Hadirnya alat pemeriksaan penunjang viskositas/kekentalan darah tersebut dapat bermanfaat bagi perkembangan diagnostik pada penyakit stroke. Melalui inovasi ini dunia kedokteran khususnya di bidang neurovaskular akan semakin dimudahkan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien yang memiliki faktor risiko terkena stroke, maupun pasien stroke itu sendiri.

Dosen Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan penemu Neo Microcapiler Digital, Nur Rasyid, menjelaskan cara kerja Neo Microcapiler Digital, “Neo Microcapiler Digital merupakan alat untuk mengukur kekentalan atau viskositas darah dan plasma dengan menggunakan tabung mikrokapiler.” Kata Al Rasyid. 

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D. dalam kesempatannya mengatakan, FKUI telah banyak berinovasi dan menghasilkan karya yang memiliki manfaat untuk orang banyak. Dante Saksono juga mengucapkan banyak terimakasih kepada FKUI yang telah menciptakan prodak yang sudah terdaftar di Kementrian Kesehatan. 

Dalam kesempatan tersebut, FKUI juga melakukan penyerahan secara Simbolis berupa alat produk Neo Microcapiler yang diserahkan oleh Dekan FKUI dan Dokter yang hadir kepada Wakil Menteri Kesehatan. Nantinya alat tersebut dapat digunakan oleh siapa saja bagi masyarakat yang terkena stroke.

IMG-20230913-WA0027-e1694590732612

Arsitektur Rumah Adat Kranggan Jatirangga Tampil di Pameran Kampus UI Depok

Kelurahan Jatirangga dan Koperasi KLM Syariah menjadi perwakilan Kota Bekasi mengikuti kegiatan Indonesian Vernadoc Bekasi 2023, yang dihelat Departemen Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia, yang diselenggarakan dari tanggal 11-13 September 2023.

Seperti Diketahui, Kelurahan Jatirangga di wilayah Kota Bekasi ini dikenal dengan kampung budaya atau kelurahan kreatif. Dan komunitas Vernadoc Indonesia dari kampus UI bekerjasama dengan kelurahan Jatirangga untuk membedah rumah adat dengan metode Vernecular, hal itu dilakukan dalam upaya menjaga kelestarian rumah adat kranggan yang masih tersisa.
Prof. Kemas Ridwan, bahwa dengan pendokumentasian ini diharapkan pihaknya mendapatkan semacam rekaman atau pelestarian awal.
“Itu dilakukan agar kedepannya kita mendapatkan data otentik tentang rumah adat kranggan ini jika sewaktu-waktu masyarakat atau pelestarian membutuhkannya,” ucapnya.
“Kegiatan ini melibatkan sukalerawan atau foulentir dari beberapa negara dari Asia Tenggara yaitu dari Indonesia sendiri, Thailand, myanmar, Malaysia dan Kamboja. Oleh karena itu hari ini kita mengadakan seminar dan pameran arsitektur Vernecular dokumentasi di perpustakaan UI saat ini,” imbuhnya.
Selain itu, masih kata Prof. Kemas, pihaknya juga berkolaborasi dengan Universitas Kuala Banda Aceh, Universitas South Australia dan Pemerintah Kota Bekasi.

“Alhamdulilah acara sudah berlangsung dengan lancar pameran nanti akan berlangsung sekitar dua minggu, terbagi dua zona, yang pertama khusus venadoc yang meliput kampung kranggan kemudian zona kedua di isi itu yang Vernadoc aceh,” ungkapnya.

Dalam kesempatannya, Lurah Jatirangga Ahmad Apandi, mengatakan hasil kegiatan sebelumnya di kampung kranggan yang dilakukan oleh Vernadoc Indonesia dituangkan dalam pameran di Universitas Indonesia.
“Tentu saja ini merupakan kerjasama kolaborasi Kelurahan dengan Komunitas Bangun Kota, KLM dan seluruh masyarakat kranggan jatirangga,” terangnya.
“Mudah-mudahan kelurahan Jatirangga ini ‘From Local To Global’ kita ingin Jatirangga (budaya kranggan-red) bisa dikenal lagi tidak hanya di kota Bekasi provinsi Jawa barat bahkan juga ke dunia internasional,”paparnya.

5-Ft-Universitas-Indonesia-2060572686

UI–PT Cyber Edu Inkor Sepakati Kerja Sama Pengembangan Startup dan Inovasi

Depok, 1 September 2023. Universitas Indonesia (UI) memperluas kerja sama dengan PT Cyber Edu Inkor yang telah terjalin sejak 2021. Kerja sama yang sebelumnya terfokus pada bidang pendidikan, kini diperluas hingga ke bidang riset dan inovasi. Perluasan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat antara Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K), dan President Director of PT Cyber Edu Inkor, Prof. Jang Youn Cho, B.A., M.P.A., Ph.D., CPA.

Sebelumnya, UI bekerja sama dengan PT Cyber Edu Inkor dalam pembuatan, pengembangan, dan pemasaran Program Eksekutif Global. Kerja sama tersebut merupakan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memperluas pendidikan serta mendorong para pengajar UI mendapatkan pengalaman di bidang industri. Kerja sama ini rencananya akan diperluas dalam lingkup penciptaan inovasi dan pengembangan startup.

drg. Nurtami menilai perluasan kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mempererat kerja sama antara UI dan PT Cyber Edu Inkor. Ia berharap komitmen kedua institusi dalam menggarap inovasi dan pengembangan startup dapat terwujud. “Ini akan menjadi peluang besar untuk membentuk pemimpin, manajer, eksekutif, dan penemu yang baik dalam rangka menciptakan serta memanfaatkan teknologi inovasi tingkat tinggi di masa depan,” ujarnya.

UI percaya inovasi berperan penting dalam memperkenalkan hal-hal baru pada lini produk sehingga pendapatan pasar dan kepuasan pelanggan dapat meningkat. Oleh karena itu, perluasan kerja sama antara UI dan PT Cyber Edu Inkor diharapkan dapat mengembangkan startup dan inkubator bisnis, serta menumbuhkan ekosistem kolaborasi yang lebih cepat antara Indonesia dan Korea Selatan. “Dengan adanya perluasan ini, kami berharap dapat membantu perjalanan awal dan menavigasi startup pada beberapa aspek paling menantang dalam menjalankan bisnis. Kami akan menyediakan spesialisasi yang dibutuhkan startup untuk tumbuh dan berinovasi,” kata drg. Nurtami.

Sementara itu, Prof. Jang Youn Chon yang juga menjabat sebagai Rector of Universitas Siber Asia menyebut perlunya memperluas kerja sama antara PT Cyber Edu Inkor dan UI. Sebelumnya, kedua institusi ini telah bekerja sama dengan para ahli/praktisi di bidang bisnis serta untuk turut serta pada Program Eksekutif Global. Kali ini, kerja sama ini akan diperluas pada pengembangan gagasan atau ide, seperti biotech, sumber energi, dan teknologi informasi.

“Lebih dari 50 tahun Korea dapat mandiri secara ekonomi dan teknologi dari Jepang dan Amerika. Sekarang, Korea Selatan unggul di bidang IT, biotech, pembangunan kapal, dan lainnya. Namun, meski sudah memiliki kemandirian industri dalam bidang otomotif dan teknologi, Korea Selatan sedang mengalami krisis pertumbuhan penduduk, di mana hanya ada 200 ribu kelahiran per tahun saat ini. Di sisi lain, Indonesia mencapai 6 juta kelahiran per tahunnya. Oleh karena itu, Dengan banyaknya gagasan untuk mandiri, kami berharap Indonesia dapat bekerja sama untuk menumbuhkan bisnis yang benar-benar mandiri,” ujar Prof. Jang Youn Chon.

empat-mahasiswa-universitas-indonesia-ui-meraih-juara-pada-p-pw8w

4 Mahasiswa UI Juarai Lomba Bisnis Teknologi Medis Thailand, Karyanya Curi Perhatian

AKARTA – Empat Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) meraih juara pada kompetisi internasional Service Design Solution Competition 2023 dari Siriraj Hospital dan Mahidol University International College mengalahkan tim mahasiswa ASEAN lainnya. Thailand sendiri adalah negara yang telah menunjukkan keberhasilan kinerja dalam memberikan perlindungan kepada masyarakatnya dengan pendekatan kesmas yang komprehensif, fokus pencegahan, dan terpadu. Tim yang dikenal dengan nama The Makara dari FISIP UI atas nama Aisya Jenina, FK UI atas nama Novanza Natasaputra, FEB UI atas nama Ahmad Rafi, dan FMIPA UI atas nama Farrah Nabilla.

Komisioner Konsil Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) Rachma Fitriati menilai bahwa Tim ”The Makara” mampu menghadirkan solusi inovatif untuk tantangan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis dalam memberikan layanan kesehatan yang terbaik bagi lansia. “Tim ini berhasil menarik perhatian para juri dengan inovasi yang mereka tawarkan, termasuk fitur-fitur seperti deteksi level nyeri, jadwal latihan fisik lansia yang terpersonalisasi berbasis bukti medis, dan pengecekan tanda vital,” ucap Rachma dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/8). Menurut dia, “The Makara” telah berhasil menciptakan Nawasena, Bright Future, Pain Friendly, sebuah ide inovasi aplikasi AI yang memadukan kecerdasan buatan dengan perawatan medis di Thailand.

Tim lintas fakultas ini, merancang dan mempresentasikan ide inovasi aplikasi yang menjembatani antara teknologi medis dan perawatan pasien lansia, dengan sistem AI yang dapat mempersonalisasi modalitas perawatan dan manajemen nyeri kronik bagi setiap individu lansia di rumah sakit. Dubes Indonesia untuk Kerajaan Thailand H.E. Rachmat Budiman yang menerima Mahasiswa UI di KBRI Bangkok menyampaikan kebanggaan atas prestasi yang telah ditorehkan Mahasiswa Indonesia  mengalahkan Mahasiswa ASEAN.

“Kado istimewa bagi perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-78. Prestasi gemilang ini tidak hanya bermakna sebagai pencapaian, tetapi juga bentuk apresiasi generasi muda kepada senior citizen yang menginspirasi,” ungkap Rachmat. Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UI Badrul Munir menuturkan bahwa prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi lintas fakultas dan multi disiplin dapat menghasilkan ide dan inovasi yang luar biasa.

Mahasiswa-FTUI-Temukan-SoleMate

SoleMate Alat Bantu Fisioterapi Dapat Percepat Penyembuhan Cidera Kaki, Diciptakan Mahasiswa UI

SoleMate alat bantu fisioterapi dapat percepat penyembuhan cidera kaki, diciptakan mahasiswa UI.

Tidak semua pasien dapat melakukan maupun memantau secara langsung progres terapi di rumah sakit atau rumah terapi, karena berbagai alasan.

Hal ini tentunya menghambat proses pemulihan dan terapi dari pasien tersebut.

Tiga mahasiswa Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTI FTUI) merancang inovasi SoleMate sebagai solusi, yang menggabungkan teknologi sensor dan aplikasi untuk mendukung fisioterapi mandiri di rumah.

Amanda Meitashani, Putri Nadia, dan Lulu Afifa, mahasiswa DTI FTUI angkatan 2021 merancang Smart Insole Socks yang dilengkapi dengan sensor tekanan khusus dan aplikasi tracker terhubung dengan SoleMate sebagai aplikasi pelengkap.

Data tersebut akan dapat dilihat oleh pasien maupun terapis untuk memudahkan mereka memonitor kemajuan pasien secara real-time dari rumah mereka atau pusat rehabilitasi.

Aplikasi ini juga memantau perkembangan mobilitas dan kekuatan gerak kaki pasien.

“Inovasi ini kami kembangkan dengan melihat banyaknya kasus cidera kaki yang terjadi pada atlet atau
pasien yang terkena stroke. Biasanya dibutuhkan fisioterapi yang rutin untuk menangani dan
mengembalikan kondisi tubuh pasien seperti semula. Akan tetapi cukup banyak pasien yang ternyata
tidak dapat mengikuti fisioterapi secara rutin, baik karena kendala waktu, biaya, jarak maupun kondisi
lain,” ujar Amanda menjelaskan latar belakang inovasi SoleMate.

“Terapi mandiri sebagai alternatif fisioterapi juga terkendala oleh sulitnya monitoring proses
fisioterapi mandiri maupun terbatasnya alat yang menerjemahkan parameter perkembangan hasil
fisioterapi,” tambahnya. 

Dalam penggunaan SoleMate, terapis tetap memegang kontrol terkait jadwal dan proses fisioterapi yang
perlu dilakukan pasien.

Pasien melakukan terapi secara mandiri di rumah dengan mengenakan Smart Insole Socks yang kemudian mengirimkan data secara real-time melalui aplikasi SoleMate secara dua arah.

Inovasi SoleMate juga memungkinkan pasien untuk berkomunikasi dengan penyedia layanan kesehatan
mereka dengan lebih efektif, sehingga memudahkan penyesuaian rencana pengobatan dan pemantauan
kemajuan.

SoleMate terdiri atas dua komponen, yaitu Smart Insole Socks dan SoleMate.

Aplikasi yang terintegrasi tersebut berfungsi untuk mendeteksi tekanan menggunakan sensor yang dipasang pada Smart Insole Socks dan memberikan laporan secara real-time pada pengguna mengenai perkembangan fisioterapi mereka.

Smart Insole Socks beroperasi dengan sensor FSR dan microcontroller ESP32 yang dapat mendeteksi tekanan permukaan kaki untuk mengukur gait cycle pada pasien dengan cedera kaki maupun pasien stroke.

Aplikasi SoleMate dapat membaca dan merekam hasil dari smart insole socks serta memvisualisasikannya menjadi luaran parametrik yang mudah dimengerti oleh pengguna sehingga pengguna bisa memantau perkembangan fisioterapi mereka di rumah.

Untuk mendukung proses fisioterapi mandiri di rumah, aplikasi SoleMate juga dilengkapi dengan fiturfitur tambahan seperti pengingat jadwal terapi mandiri, tutorial terapi mandiri, konsultasi dengan terapis via pesan, dan perekaman video terapi mandiri.

Baik smart insole sock dan aplikasi SoleMate, keduanya mendukung komunikasi yang baik dan pemantauan jarak jauh antara pasien dengan terapis yang mempunyai kendala untuk melakukan terapi secara tatap muka.

Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST., M.Eng., IPU., menyampaikan bahwa SoleMate hasil
rancangan mahasiswa FTUI merupakan wujud komitmen FTUI untuk meningkatkan kualitas riset
inovasi, pengabdian dan pelayanan masyarakat sehingga berdampak untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat.

Desain produk yang dapat diintegrasikan dengan aplikasi melalui pemanfaatan IoT merupakan wujud kolaborasi modern dan aplikatif dalam perancangan alat yang dapat berguna bagi
industri fisioterapi.

Bukan hanya canggih secara teknologi, alat dan aplikasi ini pun menjadi bentuk penghematan biaya dan waktu. Kedepannya SoleMate dapat dikembangkan tidak hanya untuk membantu pasien cidera kaki, tapi juga pasien dengan permasalahan dibagian tubuh lainnya yang membutuhkan terapi secara rutin.

Inovasi-Kewirausahawan-Mahasiswa-UI

Inilah 7 Inovasi Mahasiswa FIA UI yang Dapat Bantuan Dana Kewirausahawan dari Kemendikbudristek

Inilah 7 inovasi mahasiswa FIA UI yang dapat bantuan dana Kewirausahawan dari Kemendikbudristek

Tujuh hasil inovasi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Jurusan Ilmu Administrasi Niaga, lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2023 yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).

Ketujuh inovasi tersebut adalah MOOV (platform booking secara online lapangan olahraga futsal,
badminton, basket, tenis.

Kemudian Discover Jakarta (platform tour wisata menarik di sekitar Jakarta, Tangerang, menawarkan lokasi-lokasi menarik seputar art &culture, culinary, dan Gen-Z spots.

Lalu, Heat Up (pemanas ruangan portable yang bisa dibawa ke mana-mana, dapat menghangatkan ruangan saat cuaca dingin); recloth.id (pakaian daur ulang dari sisa-sisa baju bekas yang diubah menjadi baju baru layak pakai (upcycling) dan Totem (totebag multifungsi yang memiliki 3 model yaitu totebag, ransel dan tas jinjing).

Selanjutnya, Chicoffe (minuman yang berbahan dari tanaman roots, dengan rasa yang sama seperti
minuman kopi, cocok untuk pengganti minuman kopi) dan Labana (makanan padang siap makan,
disajikan dengan daging rendang, sapi, kentang goreng balado, serta sambal lado hijau).

Peserta seleksi berasal dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, termasuk ketujuh inovasi mahasiswa FIA UI tersebut, yang lolos seleksi subtansi dan justifikasi anggaran oleh P2MW 2023.

P2MW merupakan program pengembangan usaha mahasiswa, yang telah memiliki usaha melalui
bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan
(coaching) usaha kepada mahasiswa peserta P2MW.

Program ini berlangsung selama delapan bulan dari registrasi pendaftaran yakni pada bulan Februari 2023 hingga proses pendanaan di bulan Oktober 2023.

Dekan FIA UI sekaligus Koordinator Mata Kuliah Kewirausahaan, Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si.,
M.M., memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa serta dosen yang telah bekerja keras, sehingga inovasi-inovasi cerdas yang telah digagas berhasil lolos P2MW 2023 Kemendikbudristek.

“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang
berguna bagi masyarakat,” ujar Prof. Chandra.

Ketujuh inovasi tersebut merupakan hasil pembinaan dalam Mata Kuliah Kewirausahaan oleh Dosen
FIA UI.

Di antaranya adalah Dra. Novita Ikasari, M.Comm, Ph.D; Dr. Fibria Indriati, M.Si; Nurul Safitri, S.Sos,
M.A, dan Abdul Jabbar, S.I.A, M.Sc.

Hasil seleksi P2MW 2023 ini diumumkan pada 19 Juni 2023 lalu oleh Kemendikbudristek. Persiapan yang dilakukan oleh mahasiswa dimulai dari menggagas ide hingga menghasilkan produk-produk yang sebelumnya telah ditampilkan dalam Alley Market FIA UI 2023.

pentingnya-inovasi-33-produk-ui-dilisensikan-rdz

Pentingnya Inovasi, 33 Produk Universitas Indonesia Dilisensikan

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) berkomitmen terus melakukan inovasi dalam mengembangkan pendidikan di Tanah Air. Inovasi yang dilakukan UI juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal itu terlihat ketika UI ikut berkontribusi mengatasi pandemi agar bisa cepat bangkit dan beradaptasi ke kehidupan baru. “Pentingnya dilakukan inovasi adalah agar bisa lebih cepat bangkit dan mengejar ketertinggalan akibat pandemi. Kita harus melakukan inovasi agar tetap maju,” kata Sekretaris Universitas, dr. Agustin Kusumayati, Rabu (15/2/2023).

Dalam kehidupan yang berubah sangat cepat ini, UI menjadikan inovasi sebagai hal yang diperhatikan. Dalam hal perubahan iklim, UI sudah melakukan kontribusi nyata yaitu membuat mobil listrik dengan menggunakan energi terbarukan. Bahkan nantinya UI akan membuat kereta listrik.

Di bidang, ekonomi digital sambung Agustin juga perlu dilakukan inovasi sehingga seluruh masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi. Tak kalah penting adalah inovasi di bidang pendidikan yang dilakukan UI yaitu membuat terobosan sistem pembelajaran menggunakan virtual realty (VR).

“Kemajuan teknologi saat ini sangat maju sehingga banyak memberikan dukungan untuk proses belajar. Dan ini sangat membantu dalam proses pembelajaran tentunya,” ujarnya. Direktur Inovasi dan Science Techno Park UI, Ahmad Gamal menambahkan, UI terus mengembangkan riset dan inovasi dari sejumlah fakultas yang ada. Hingga kini,UI terus berupaya menghasilkan produk inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri. Produk inovasi yang dihasilkan sangat bervariasi mulai produk alat kesehatan, makanan sehat, produk kecantikan, material maju, aplikasi teknologi informasi, serta produk layanan edukasi.

“Sebagian produk tersebut sudah dimanfaatkan publik melalui beberapa event internasional, seperti Bus Listrik Merah Putih buatan UI dan PT MAB yang digunakan dalam perhelatan G20 di Bali. Bus ini istimewa karena rancang bangun chassis-nya, sistem pendingin (air conditioner) dan sistem penggerak (motor listrik) dirancang dan dikonstruksi di Indonesia,” katanya.

Hingga saat ini ada 33 produk inovasi yang sudah dilisensikan kepada industri untuk diproduksi dan dikomersialkan serta masih beberapa sedang proses penjajakan.

Dari 33 produk tersebut, 20 di antaranya merupakan produk kesehatan, 7 rekayasa keteknikan, 3 inovasi bidang sosial humaniora, 2 dari bidang pangan, dan 1 bidang pertahanan dan keamanan.

Mitra-mitra yang sudah memproduksi produk inovasi UI tersebar di berbagai wilayah, yaitu 13 mitra di Jawa Barat, 6 mitra di DKI Jakarta, 3 mitra di Jawa Timur, 2 mitra di Jawa Tengah, dan 1 mitra di Banten. Beberapa produk yang sudah dilisensikan tersebut sudah menghasilkan royalti ratusan juta rupiah ke UI yang kemudian akan disalurkan kepada peneliti di tahun 2023 ini.

“Sebagai produk inovasi karya anak bangsa, beberapa produk sudah dikomersialkan melalui e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai produk unggulan hasil inovasi Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Beberapa produk yang sudah secara masif diproduksi dan digunakan di masyarakat di antaranya adalah Covent 20 (Ventilator Darurat), Swab Stick (Bahan Habis Pakai untuk tes PCR), Implan Mata, Propolis (suplemen Kesehatan dari bahan dasar madu), DBD Kit (alat deteksi cepat demam berdarah). UI juga melisensikan berbagai produk inovasi dalam bentuk jasa layanan edukasi.

Contohnya adalah UKMIndonesia.id sebagai layanan edukasi bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dan dibimbing.id sebagai platform belajar daring. “Produk-produk ini telah dipasarkan secara massal dan rentang pendapatan masing-masing perusahaan sebagai dampak penjualannya berkisar antara Rp3 – 14 milyar untuk masing-masing produk,” pungkasnya.